Friday, April 24, 2015

HUMAN SOCIALITIES : SOCIALIZATION, SOCIAL INTERACTION, AND SOCIAL MOBILITY

1 Socialization
1.1   Pengaruh keturunan
-       Studi Indentik Kembar
Tes kecerdasan menunjukkan bahwa skor yang sama ketika anak kembar dibesarkan terpisah dalam pengaturan sosial kira-kira mirip dan skor sangat berbeda ketika kembar dibesarkan terpisah dalam pengaturan sosial secara dramatis berbeda.

1.2   The Self and Socialization
Pendekatan Sosiologi Diri
-       Freud
Diri adalah produk social. Kepribadian dipengaruhi oleh orang lain (terutama orang tua)
-       Piaget
menekankan tahapan manusia maju sebagai berkembangnya diri seseorang. Teori kognitif pembangunan mengidentifikasi 4 tahap dalam perkembangan proses berfikir anak-anak. Kunci interaksi social untuk perkembangan.

1.3   Socialization and the Life Course
-       Ritus of Passage : Sarana mendramatisir dan mamvalidasi perubahan status seseorang
-       Anticipatory Socialization : Proses sosialisasi dimana seseorang berlatih pekerjaan masa depan dan hubungan sosial.
-       Resocialization : Proses membuang pola perilaku lama dan menerima yang baru sebagai transisi dalam kehidupan seseorang.
-       Total institution : Lembaga penjara, militer, rumah sakit jiwa, atau biara yang mengatur semua aspek kehidupan seseorang.

1.4   Agents of Socialization
-       Keluarga
-       Sekolah
-       Teman Sebaya


2.   Social Interaction
2.1 Social Interaction and Reality
Tanggapan seseorang pada perilaku seseorang didasarkan pada tindakannya. Kemampuan untuk mendefinisikan realitas sosial mencerminkan kekuatan kelompok dalam masyarakat.

2.2 Elements of Social Stucture
-       Status
Status : mengacu pada salah satu posisi yang mendefinisikan secara sosial dalam suatu masyarakat.
·         Ascribed Status : Status yang didapatkan dari lahir.
·         Achieved Status : Status yang didapatkan setelah menjalani kehidupan.
-       Social Network and Technology
·         Social network : serangkaian hubungan sosial yang menghubungkan orang langsung kepada orang lain, dan secara tidak langsung menghubungkan kepada lebih banyak orang
·         Jaringan: keterlibatan dalam jaringan sosial; keterampilan berharga ketika berburu pekerjaan
-       Social Policy and Social Stucture
The AIDS Crisis
Meskipun ada terapi baru yang dikembangkan untuk mendorong dalam mengobati AIDS, namun saat ini belum ada cara untuk memberantas AIDS secara medis. Diperkirakan ada 39.400.000 orang yang terinfeksi dengan AIDS.

3.   Social Mobility
3.1 Social Mobility : Gerakan individu atau kelompok dari satu posisi dalam sistem stratifikasi masyarakat yang lain.
Types of Social Mobility :
·         Horizontal Mobility : Gerakan dalam kisaran prestise yang sama
·         Vertical Mobility : Perpindahan dari satu posisi ke posisi yang lain atau dari peringkat yang berbeda.
·         Integrational Mobility : Perubahan posisi sosial dalam kehidupan dewasa seseorang.


Sumber:
Disarikan dari materi Binus Maya Human Socialities : Socialization, Social Interaction, and Social Mobility diunduh pada tanggal 24 April 2015

Human Organizations : Groups, Families, Communities, Cities and States

1.GROUP/KELOMPOK


Groups atau kelompok adalah sejumlah orang dengan norma, nilai-nilai, dan harapan yang mirip dan berinteraksi secara teratur.
Tipe tipe kelompok:
  • Primary Group: kelompok kecil yang intim, face to face asosiasi dan kerjasama
  • Secondary Group: formal, kelompok kelompok impersonal dengan sedikit keintiman sosial atau saling pengertian
Kelompok 1 Ilmu Sosial LB64:

Kelompok 1 Rigel-Syabil-Ranggit-Floretta

Kelompok 1 Rigella-Dimas-Ranggit-Syabil-Floretta

Kelompok 1 Rigella-Floretta-Dimas-Ranggit-Syabil

2. Family/Keluarga

Family atau keluarga adalah orang-orang yang berhubungan darah, perkawinan, atau hubungan yang disepakati lainnya, atau adopsi yang berbagi tanggung jawab utama untuk reproduksi dan merawat anggota masyarakat.


Gambar 2 My Family
2.1 Komposisi Keluarga

  • Nuclear Family
Keluarga yang terdiri dari keluarga inti seperti ayah,ibu, dan anak-anaknya.
  • Extended Family
Suatu kelurga dimana terdapat keluarga lain seperti kakek, nenek, om, tante, dll. yang tinggal satu rumah dengan keluarga inti yang terdiri dari ayah,ibu, dan anak-anaknya.
  • Polygamy
Ketika seorang individu memiliki beberapa suami atau istri secara bersamaan.
  • Polyginy
Seorang pria yang memiliki lebih dari satu istri.
  • Polyandry
Seorang wanita yang memiliki lebih dari satu suami.

2.2 Pola Kinship
  • Bilateral Descent
Kedua belah pihak keluarga seseorang dianggap sama pentingnya.
  • Patrilineal Descent
Hanya keluarga dari pihak ayah yang dianggap penting.
  •  Matrilineal Descent
Hanya keluarga dari ibu yang dianggap penting.

2.3 Authority Patterns

  • Patriarchy
Laki-laki yang diperkirakan akan mendominasi dalam semua pengambilan keputusan keluarga.
  • Matriarchy
Wanita memiliki kewenangan yang lebih besar daripada laki-laki.
  • Egalitarian family
Keluarga dimana ayah dan ibu dianggap mempunyai kewenangan yang sama.

2.4 Enam Fungsi keluarga:

  • Protection atau perlindungan
  • Socialization atau sosialisasi
  • Reproduction atau reproduksi
  • Regulation of sexual behavior atau Peraturan perilaku seksual
  • Affection and companionship atau kasih sayang dan persahabatan
  • Provision of social status atau pemberian status sosial
3. Communities

Tipe tipe Komunitas

Gambar 3 Community

3.1 Early Communities

Tergantung pada lingkungan fisik untuk pasokan makanan.Masyarakat hortikultura menyebabkan perubahan dramatis dalam organisasi sosial manusia. 

4. Cities

Gambar 4 Cities at night
4.1 Preindustrial Cities

Hanya beberapa ribu orang yang tinggal dalam perbatasan mereka. Ditandai dengan sistem kelas yang relatif tertutup dan mobilitas sosial yang terbatas. Status biasanya didasarkan pada karakteristik darimana berasal, dan pendidikan yang terbatas pada elit.

4.2 Lima Jenis Tipe yang terdapat di kota menurut Gans:
   Cosmopolites
   Tidak menikah dan tidak mempunyai anak
   Desa etnik
   yang dirampas
   yang terjebak

4.3 Masalah yang terdapat di kota:
   kejahatan
   polusi
   sekolah-sekolah
   transportasi yang tidak memadai

5. States
Gambar 5 States
Sebuah negara adalah masyarakat dengan pemerintah pusat formal, dan pembagian masyarakat ke dalam kelas. Sebuah negara mengendalikan wilayah daerah tertentu.

5.1 Eligatarian Society

Kebanyakan biasanya ditemukan di antara pemburu dan suku.
Masyarakat ini tidak memiliki perbedaan statusnya kecuali yang berdasarkan usia, jenis kelamin, dan kualitas individu, bakat, dan prestasi. Semua orang dilahirkan sama, tapi selama hidup mereka mencapai status yang berbeda.

5.2 Ranked Society

Masyarakat ini memiliki ketidaksetaraan turun-temurun, tetapi kuramg dalam stratifikasi sosial.
Ada kontinum status sebagai individu yang peringkat dalam hal jarak silsilah mereka dari kepala.
Tidak semua masyarakat peringkat yang chiefdom, hanya mereka yang ada adalah hilangnya otonomi desa disebut chiefdom.

Sumber:

disarikan dari materi Binus Maya tentang Human Organizations: Groups, Families, Communities, Cities, and States Pertemuan ke-6 pada tanggal 25 April 2015 pukul 12.50 wib

Human philosophical Reflection 2

Human Philosophical  Reflection 2: Knowledge, Intelligence, Affection, and Freedom

Gambar 1 Knowledge



1. Knowledge/Pengetahuan

1.1Pengertian dari pengetahuan 
Pengetahuan adalah sesuatu yang sangat berharga. Tanpa pengetahuan tentunya anda tidak bisa menjalani aktivitas kehidupan sekarang ini, dalam hal lain pengetahuan juga bisa dikatakan sebagai sebuah informasi yang didapatkan secara tanpa batas,

1.2 Jenis jenis pengetahuan
  • Indrawi lahir atau Indrawi luar
Dikatakan saat orang mencapainya secara langsung, melalu penglihatan,pendengaran, pembau, perasaan serta peraba setiap sekelilingnya
  • Indrawi Batin
Adalah ketika menampakkan dirinya kepada orang dengan ingatan dan khayalan, baik mengenai apa yang tidak ada lagi atau yang belum pernah ada maupun yang terdapat diluar jangkauannya.
  • Pengetahuan Perseptif
Adalah ketika muncul secara spontan pengetahuan itu memungkinkan dirinya untuk menyesuaikan diri secara langsung dengan situasi yang disajikan. Contohnya seperti gerakan tangan, tingkah laku, jeritan, daripada yang dipikirkan atau dengan keterangan yang jelas
  • Pengetahuan Intuitif
Adalah ketika pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian sebab dalam akibat, konsekuensi dalam prinsip, dan sebagainya

2. Intelligence

Gambar 2 Intelligence
2.1 Pengertian Intelligence
Istilah Intelegensi diambil dari kata intelectus dan kata kerja intellegere. Kata intellegere terdiri dari kata intus yang artinya dalam dalam pikiran atau akal, dan kata legere yang berarti membaca atau menangkap Kata Intellegere dengan ini berarti membaca dalm pikiran atau akal segala hal dan menangkap artinya yang dalam.
Intelegensi adalah kegiatan dari suatu organisme dalam menyesuaikan diri dengan situasi-situasi dengan menggunakan kombinasi fungsi fungsi seperti persepsi,ingatan, konseptual, abstraksi, imajinasi, atensi, konsentrasi, seleksi relasi, rencana, ekstrapolasi, prediksi, kontrol, memilih, mengarahkan, Berbeda dengan naluri kebiasaan, adat istiadat hafalan tanpa menggunakan pikiran, tradisi

2.2 Insight
Merupakan tahap selanjutnya dari intelligence,merupakan penangkapan intelektual secara mendadak mengenai objek. Melalui tahap ini intelegensi manusia tidak hanya menyadari secara pasif apa yang terjadi, tetapi berusaha untuk menangkap esensi atau hakikat atau inti peristiwa tersebut.




3.Affection/Afeksi

Gambar 3 Affection

3.1 Pengertian Afeksi
Tidak sama dengan pengetahuan, namun jadi penggerak atau penyebab dan sekaligus akibat dari proses pengetahuan manusia dalam arti penerapannya dalam bentuk perbuatan atau tindakan.
Cinta disebut Efektivitas positif atau Benci disebut efektivitas negatif dapat menjadi dasar penentuan bagi suatu tindakan kognitif





3.2 Kondisi-kondisi untuk mencapai afaktivitas:

3.2.1 Antara subjek dan objek harus ada ikatan kesamaan atau kesatuan itu sendiri, karena ketika tidak ada kesamaan maka tidak akan ada afektivitas.

3.2.2 Nilai (baik dan buruk), dalam kondisi ini, ketika objek dipandang memiliki sebuah nilai maka subjek akan melahirkan kegiatan afektif, karena afektivitas itu sendiri adalah berdasar pada kecintaan akan sesuatu maka subjek pada akhirnya akan melahirkan kegiatan afektif untuk menolak atau menerima.

3.2.3 Sifat dasariah dan kecenderungan kognitif, pada kondisi ini subjek akan dalam melakukan sebuah afektif harus ditunjang dengan sebuah sifat dasariah yang akan mendorong dia untuk lebih cenderung, selera, berkeinginan akan sesuatu yang pada akhirnya akan menimbulkan kegiatan afektif yang ternyata memang sesuai dengan sifat dasariah tersebut.

3.2.4 Mengenal adalah kausa dari afektivitas. Dalam proses mengenal subjek akan mengalami kondisi dimana dia harus berusaha mendefinisikan objek yang akan dikenalinya dan ketika definisi tentang objek tersebut telah tercapai maka pada akhirnya akan lahir sebuah keputusan afektif apakah dia harus menyerang, mencintai, mempertahankan diri atau yang lainnya.

3.2.5 Imajinasi. Untuk menimbulkan kegiatan afektif maka imajinasi dapat menjadi sebuah pendorong, semangat, mempengaruhi bahkan membohongi.

3.2 Public Display of Affection

Public Display of Affection (PDA) adalah sebuah istilah umum yang sering digunakan untuk menjelaskan sebuah kegiatan yang menebar keintiman lewat demostrasi pisik yang dipertontonkan didepan khayalak ramai. Salah satu contoh dari PDA ini adalah berpelukan, berciuman, menebar kedekatan atau gerakan pisik lainya didepan umum.


4. Freedom

Gambar 4 Freedom

Freedom/kebebasan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari diri manusia, juga karena kebebasan itu dalam kenyataannya merupakan suatu yang bersifat "fragile"; kebebasan bersifat sensitif dan rapuh. Manusia adalah makhluk yang bebas, namun sekaligus manusia adalah makhluk yang harus senantiasa memperjuangkan kebebasannya.

4.1 Pengertian Freedom

Pada jaman penjajahan kebebasan mungkin lebih diartikan sebagai keadaan terlepas dari penindasan oleh penjajah. Namun pada masyarakat modern, di mana bentuk penjajahan terhadap kebebasan juga semakin berkembang.

Kebebasan pada jaman sekarang bukan hanya berarti sekedar terbebas dari keadaan terjajah, namun mungkin lebih berarti bebas untuk mengaktualkan diri di tengah-tengah perkembangan jaman ini.
Manusia yang bebas adalah manusia yang memiliki secara sendiri perbuatan-perbuatannya.

Kebebasan adalah suatu kondisi tiadanya paksaan pada aktivitas saya. Manusia disebut bebas kalau dia sungguh-sungguh mengambil inisiatif dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Dengan demikian kata bebas menunjuk kepada manusia sendiri yang mempunyai kemungkinan untuk memberi arah dan isi kepada perbuatannya.

“Freedom is self-determination”. Berdasarkan pengertian itu dapat dikatakan bahwa kebebasan merupakan sesuatu sifat atau ciri khas perbuatan dan kelakuan yang hanya terdapat dalam manusia dan bukan pada binatang atau benda-benda.

4.2 Secara ringkas Louis Leahy membedakan tiga macam atau bentuk kebebasan, yaitu kebebasan fisik, kebebasan moral dan kebebasan psikologis.

Sumber: 
disarikan dari materi Binus Maya tentang Human Philosophical Reflections 2: Knowledge, Intelligence, Affection, and Freedom Pertemuan ke-5 di unduh pada 24 April 2015 pukul 17.00 WIB

Wednesday, April 15, 2015

Human Philosophical Reflection 1

Human Philosophical Reflection 1 : Greece and Rome Philosophy,Changing of the Body, and the Games

1.Greece (Yunani)

1.1 Pengaruh Yunani

Yunani mengembangkan banyak kepercayaan dunia Barat tentang tubuh dan pendidikan jasmani, Seperti pengaruh Judaic dan Phoenician

    Terdapat 2 sistem metafisik di Yunani

  • Naturalistik  :  kodrat manusia adalah baik spiritual dan jasmani (fisik). Dimana keseimbangan adalah hal yang diinginkan dan ditekankan pada pendidikan jasmani dan intelektual

  • Anti - Naturalistik   :  kodrat manusia di ciptakan oleh pikiran, di junjung tinggi dari tubuh pendidikan jasmani tidak diperlukan

2. Posisi Filosfis : Tubuh
2.1 Dualisme
         Penjelasan eksistensi manusia berdasarkan kedua keyakinan metafisik dan teologi. Memiliki implikasi besar bagi pendidikan jasmani dan memisahkan eksistensi manusia menjadi dua bagian yaitu tubuh dan pikiran.

2.2 Greek Ideals : Arete and Agon
  • Arete termasuk kebajikan, keterampilan, kecakapan, kebanggaan, keunggulan, keberanian, dan bangsawan
  • Agon : Homer direfensikan sebagai tempat pertemuan di mana atletik diadakan


3. Roma

3.1 Etrunia
       tinggal di North Central Italia, pada tahun 1958 ditemukan pemakaman, penumuan makam yang berisi lukisan rumit yang menggambarkan berbagai adegan olahraga yang dikenal sebagai makam olimpiade. 

3.2 Keyakinan Roman
        Agama relatif kurang dan tidak memiliki upacara, misteri


Sumber:
Disarikan dari website binus maya dengan topik Human Philosophical Reflection 1: Greece, and Rome philosophy changing concept of the body and the games http://binusmaya.binus.ac.id/ pada 16 april 2015 1.27 am.