Friday, April 24, 2015

Human philosophical Reflection 2

Human Philosophical  Reflection 2: Knowledge, Intelligence, Affection, and Freedom

Gambar 1 Knowledge



1. Knowledge/Pengetahuan

1.1Pengertian dari pengetahuan 
Pengetahuan adalah sesuatu yang sangat berharga. Tanpa pengetahuan tentunya anda tidak bisa menjalani aktivitas kehidupan sekarang ini, dalam hal lain pengetahuan juga bisa dikatakan sebagai sebuah informasi yang didapatkan secara tanpa batas,

1.2 Jenis jenis pengetahuan
  • Indrawi lahir atau Indrawi luar
Dikatakan saat orang mencapainya secara langsung, melalu penglihatan,pendengaran, pembau, perasaan serta peraba setiap sekelilingnya
  • Indrawi Batin
Adalah ketika menampakkan dirinya kepada orang dengan ingatan dan khayalan, baik mengenai apa yang tidak ada lagi atau yang belum pernah ada maupun yang terdapat diluar jangkauannya.
  • Pengetahuan Perseptif
Adalah ketika muncul secara spontan pengetahuan itu memungkinkan dirinya untuk menyesuaikan diri secara langsung dengan situasi yang disajikan. Contohnya seperti gerakan tangan, tingkah laku, jeritan, daripada yang dipikirkan atau dengan keterangan yang jelas
  • Pengetahuan Intuitif
Adalah ketika pengetahuan menangkap atau memahami secara langsung benda atau situasi dalam salah satu aspeknya, keseluruhan dalam satu bagian sebab dalam akibat, konsekuensi dalam prinsip, dan sebagainya

2. Intelligence

Gambar 2 Intelligence
2.1 Pengertian Intelligence
Istilah Intelegensi diambil dari kata intelectus dan kata kerja intellegere. Kata intellegere terdiri dari kata intus yang artinya dalam dalam pikiran atau akal, dan kata legere yang berarti membaca atau menangkap Kata Intellegere dengan ini berarti membaca dalm pikiran atau akal segala hal dan menangkap artinya yang dalam.
Intelegensi adalah kegiatan dari suatu organisme dalam menyesuaikan diri dengan situasi-situasi dengan menggunakan kombinasi fungsi fungsi seperti persepsi,ingatan, konseptual, abstraksi, imajinasi, atensi, konsentrasi, seleksi relasi, rencana, ekstrapolasi, prediksi, kontrol, memilih, mengarahkan, Berbeda dengan naluri kebiasaan, adat istiadat hafalan tanpa menggunakan pikiran, tradisi

2.2 Insight
Merupakan tahap selanjutnya dari intelligence,merupakan penangkapan intelektual secara mendadak mengenai objek. Melalui tahap ini intelegensi manusia tidak hanya menyadari secara pasif apa yang terjadi, tetapi berusaha untuk menangkap esensi atau hakikat atau inti peristiwa tersebut.




3.Affection/Afeksi

Gambar 3 Affection

3.1 Pengertian Afeksi
Tidak sama dengan pengetahuan, namun jadi penggerak atau penyebab dan sekaligus akibat dari proses pengetahuan manusia dalam arti penerapannya dalam bentuk perbuatan atau tindakan.
Cinta disebut Efektivitas positif atau Benci disebut efektivitas negatif dapat menjadi dasar penentuan bagi suatu tindakan kognitif





3.2 Kondisi-kondisi untuk mencapai afaktivitas:

3.2.1 Antara subjek dan objek harus ada ikatan kesamaan atau kesatuan itu sendiri, karena ketika tidak ada kesamaan maka tidak akan ada afektivitas.

3.2.2 Nilai (baik dan buruk), dalam kondisi ini, ketika objek dipandang memiliki sebuah nilai maka subjek akan melahirkan kegiatan afektif, karena afektivitas itu sendiri adalah berdasar pada kecintaan akan sesuatu maka subjek pada akhirnya akan melahirkan kegiatan afektif untuk menolak atau menerima.

3.2.3 Sifat dasariah dan kecenderungan kognitif, pada kondisi ini subjek akan dalam melakukan sebuah afektif harus ditunjang dengan sebuah sifat dasariah yang akan mendorong dia untuk lebih cenderung, selera, berkeinginan akan sesuatu yang pada akhirnya akan menimbulkan kegiatan afektif yang ternyata memang sesuai dengan sifat dasariah tersebut.

3.2.4 Mengenal adalah kausa dari afektivitas. Dalam proses mengenal subjek akan mengalami kondisi dimana dia harus berusaha mendefinisikan objek yang akan dikenalinya dan ketika definisi tentang objek tersebut telah tercapai maka pada akhirnya akan lahir sebuah keputusan afektif apakah dia harus menyerang, mencintai, mempertahankan diri atau yang lainnya.

3.2.5 Imajinasi. Untuk menimbulkan kegiatan afektif maka imajinasi dapat menjadi sebuah pendorong, semangat, mempengaruhi bahkan membohongi.

3.2 Public Display of Affection

Public Display of Affection (PDA) adalah sebuah istilah umum yang sering digunakan untuk menjelaskan sebuah kegiatan yang menebar keintiman lewat demostrasi pisik yang dipertontonkan didepan khayalak ramai. Salah satu contoh dari PDA ini adalah berpelukan, berciuman, menebar kedekatan atau gerakan pisik lainya didepan umum.


4. Freedom

Gambar 4 Freedom

Freedom/kebebasan merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari diri manusia, juga karena kebebasan itu dalam kenyataannya merupakan suatu yang bersifat "fragile"; kebebasan bersifat sensitif dan rapuh. Manusia adalah makhluk yang bebas, namun sekaligus manusia adalah makhluk yang harus senantiasa memperjuangkan kebebasannya.

4.1 Pengertian Freedom

Pada jaman penjajahan kebebasan mungkin lebih diartikan sebagai keadaan terlepas dari penindasan oleh penjajah. Namun pada masyarakat modern, di mana bentuk penjajahan terhadap kebebasan juga semakin berkembang.

Kebebasan pada jaman sekarang bukan hanya berarti sekedar terbebas dari keadaan terjajah, namun mungkin lebih berarti bebas untuk mengaktualkan diri di tengah-tengah perkembangan jaman ini.
Manusia yang bebas adalah manusia yang memiliki secara sendiri perbuatan-perbuatannya.

Kebebasan adalah suatu kondisi tiadanya paksaan pada aktivitas saya. Manusia disebut bebas kalau dia sungguh-sungguh mengambil inisiatif dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Dengan demikian kata bebas menunjuk kepada manusia sendiri yang mempunyai kemungkinan untuk memberi arah dan isi kepada perbuatannya.

“Freedom is self-determination”. Berdasarkan pengertian itu dapat dikatakan bahwa kebebasan merupakan sesuatu sifat atau ciri khas perbuatan dan kelakuan yang hanya terdapat dalam manusia dan bukan pada binatang atau benda-benda.

4.2 Secara ringkas Louis Leahy membedakan tiga macam atau bentuk kebebasan, yaitu kebebasan fisik, kebebasan moral dan kebebasan psikologis.

Sumber: 
disarikan dari materi Binus Maya tentang Human Philosophical Reflections 2: Knowledge, Intelligence, Affection, and Freedom Pertemuan ke-5 di unduh pada 24 April 2015 pukul 17.00 WIB

No comments:

Post a Comment